Minggu, 03 April 2011

MENYEDIAKAN MAKANAN SEHAT DENGAN BAKSO ORGANIC

(HOW TO MAKE ORGANIC MEAT BALL)

Ali M. Syuryanto

lee_aft@yahoo.co.id

INTRODUCTION

Tulisan ini terinspirasi oleh teman-teman kuliah saya di Universitas Negeri Malang angkata 2009 Depag yang baik hati untuk mau hadir, kumpul dan bikin bakso rame-rame sekaligus menyantapnya dengan penuh rasa syukur dan ..... Yang setelah makan mereka ingin mendapatkan resepnya. Untuk menghindari catatan mereka yang kemungkinan hilang dan sms lagi untuk mendapatkan resepnya, maka saya memutuskan untuk menulisnya dalam blog kita tercinta. Semoga pembaca yang lain bisa mengambil manfaatnya. Amin. Mohon maaf gaya tulisan saya kali ini agak narcis tidak lain agar pembaca lebih nyantai membacanya sehingga bisa membaca artikel ini sambil tersenyum agar terkesan simple dan menghibur. Terima kasih atas apresiasinya selama ini membuka blog saya. Komentarnya ditunggu ya? Semoga tulisan saya tetap bermanfaat. Mohon maaf, agak lama saya belum bisa up load artikel karena kesibukan saya untuk menyelesaikan thesis saya. Doakan bro, agar thesis saya segera kelar dan bisa mengabdikan ilmu saya untuk kemajuan Indonesia kita tercinta.

Maraknya pemberitaan di media massa mengenai banyaknya jajanan yang tidak sehat di sekitar kita, terutama yang beredar di sekitar sekolah sempat membuat orang tua merasa was-was. Itu semua karena orang tua merasakan bahwa dampak yang ditimbulkan sangatlah mengerikan. Di antara pemberitaan itu adalah mengenai masih banyaknya makanan yang mengandung MSG (monosodium glutamate) yang berlebihan, formalin dan zat pewarna tekstil dalam makanan yang beredar di sekitar sekolah-sekolah. Bukan hanya itu, pembaca yang baik hati dan tidak sombong, tetapi, minyak goreng yang biasa dipakai oleh para penjual sering kali tidak pernah diganti atau selamanya—kalau boleh agak menekankan. Padahal para ahli nutrisi menyarankan kalau minyak gorengpun harus kalau sudah dipakai tiga kali harus sudah dibuang alias tidak boleh dipakai lagi. Sudah tahu apa belum ya? Eh sekarang baru tahu. Amin kalau begitu.

Makanan adalah bagian yang sangat penting bagi manusia—karena kita semua harus makan setiap hari—khususnya kalau kita tidak pernah puasa senin-kamis. Pembaca jangan tersinggung ya? Cuma ngingatkan kok, nggak lebih apaagi minta bayaran, terlebih sebagai orang tua, menyediakan menu makanan sehat menjadi modal berharga tidak hanya bagi kesehatan generasi kita ke depan tapi juga bisa mempengaruhi perkembangan otak anak-anak kita di masa depan selain juga hemat. Karena bahan-bahan seperti formalin yang biasanya di pakai untuk mengawetkan mayat dan zat pewarna tekstil, dan minyak goreng yang tidak pernah diganti kalau dikonsumsi manusia bisa menyebabkan penyakit kronis nis nis nis.

Salah satu makanan yang disukai anak-anak dan juga kita adalah bakso (meat ball). Bahkan makanan ini tidak hanya monopoli—maaf ini bukan nama games ya, rakyat Indonesia tapi juga manca negara seperti Malaysia, Singapura, Hongkong, Taiwan, Thailand bahkan sampai masyarakat Amerika dan Eropa juga banyak penggemarnya (Wibowo, 2010: 5). Tidak percaya?—datang saja ke sana, tapi jangan lupa ngajak saya ya? Hehehe. Konsumsi bakso di Indonesia sangatlah besar; diperkirakan jumlah konsumsinya mencapai angka 868 juta butir bakso per tahun dengan estimasi bahwa penduduk Indonesia di tahun 2008 (saat sensus) adalah 238 juta dan masing-masing dari mereka mengkonsumsi sebutir bakso saja (Wibowo, 2010; 6). Selain itu, padahal, bakso juga bisa divariasikan dengan berbagai macam isi agar lebih sehat, bergizi dan tidak membosankan.

Tapi tahukah anda, para pembaca yang ingin hidup sehat, bahwa seringkali bakso yang tersedia di mangkok kita mengandung terlalu banyak bahan kimia seperti bahan pengenyal, pemutih, dan pengawet serta MSG yang berlebihan? Yang lagi-lagi bermuara pada kesehatan kita semua dan masa depan bangsa juga. Tapi sebagai orang yang bijak alias bakso mania pastinya anda ingin tetap menyintai dan menyantapnya. Apalagi kalau kita adalah orang tua dan calon orang tua atau yang mau menjadi tukang bakso alias bisnisman dibidang perbaksoan di rumah kita dengan menyediakan bakso organic atau bakso tanpa bahan kimia, pengawet dan pengenyal. Pembaca adalah orang yang super, jika bisa melaksanakannya. Nah berikut ini cara dan produser eh sorry, prosedur alias tahapan bagaimana menyediakan bakso organic.

Bahan-bahan:

1 kilo daging yang masih segar (kualitas satu/yang paling mahal harganya)

Tepung kanji/tapioka 250 gram boleh kurang tapi jangan lebih

5 butir telur (yang empat butir dipisahkan kuningnya)

6 siung bawang putih (digoreng dulu)

6 siung bawang merah (digoreng dulu)

5 gr merica bubuk

2 sendok garam halus

½ sendok gula

Boleh ditambahkan daun selederi yang sudah di cincang sesuai selera agar aroma bakso semakin sedap (tapi ini suka rela).

Semua bahan-bahan di atas disiapkan sebelum beli daging dan pergi ke penggilingan daging (kalau di malang—di pasar dinoyo satu kilo daging ongkos menggilingkan daging per kilo adalah Rp. 4000 dan tempatnya di bagian paling belakang pasar). Nah lengkap kan? Apalagi yo? Kalau sudah beli dagingnyo, silahkan anda pergi ke belakang pasar dinoyo, jangan lupo, bawa bahan-bahan tadi yang sudah disiapkan dari rumah.

Bahan lainnya yang harus disiapakan adalah:

Tulang sapi (untuk camouran kaldu agar semakin terasa kaldu sapinya)

Jeruk nipis (bagi yang suka asam)

Kecap manis

Saus tomat

Daun bawang, seledri, bombai secukupnya.

Bihun dan mie kuning

Lontong (tidak wajib)

Cabe untuk sambal (untuk yang suka pedas. Biasanya cabe direbus dengan air dan dihaluskan. Tidak digireng).

Untuk variasi isi:

Nanas, keju blok, coklat blok, udang, cabe, dan udang.

CARA MEMASAK:

1. Masukkan adonan dalam freezer sekitar 2 jam (sesuai pengalaman saya sebagai pakar bakso, ck ck ck narcis BGT gitchu lhoh! Prosess pendinginan dalam freezer bisa membuat tekstur bakso jadi kenyal secara alamiah.

2. Masak air tanpa bumbu di atas kompor yang sudah menyala itu loh (Ya iyalah harus menyala). Ha ha ha.

3. Siapkan wadah atau baskom yang agak besar dan isi dengan potongan es batu. (kenapa pakai es lagi. Lagi-lagi ini digunakan untuk mengenyalkan bakso yang ke dua kali. Tapi bagi bagi anak kos yang tidak tersedia freezer langkah ke tiga ini bisa digunakan. Untuk mereka yang memiliki fasilitas freezer bisa menggunakan langkah ke dua dan tiga semuanya).

4. Jika air sudah mendidih, pegang sendok di sebelah kiri dan tangan kanan membulati. Jangan lupa membasahi sendok agar tidak lengket dan membasahi bagian tangan yang membuat bakso lengket di tangan. Jika sudah di anggap bulat sendok adonan dari tangan kanan dan masukkan ke dalam wadah yang sudah berisi gumpalan es batu untuk membuat bakso kenyal secara alami. Setelah beberapa saat masukkan bakso yang berada dalam wadah direndam dalam air es tersebut ke dalam panci yang sudah mendidih. Lakukan sampai adonan habis ya? Jika bakso sudah mengambang berarti bakso sudah matang. Tapi kalau tidak percaya biarkan agak lama agar masak sempurna.

Variasi Isi Bakso

Sebagai mana yang dipaparkan dalam pendahuluan di atas, bakso sehat adalah bakso yang memiliki nilai gizi yang diperlukan oleh tubuh. Jika bakso menjadi menu harian, maka bakso bisa di variasikan dengan berbagai macam isi agar anak-anak kita (eh.. abi dan ummi juga) bisa menjadwal hari senin mau yang rasa apa, selasa apa, dan seterusnya rasa apo). Ah ado-ado sajo. He he he. Bisa isi coklat, nenas, keju, udang, telur puyuh, telur ayam bahkan cabe yang sering kita lihat ada bakso mercon atau granat (seperti uni dan dang, untuk sobat tercinta, yang suka pedas). Tapi harus dipisahkan untuk yang variasi terakhir agar tidak memakan korban.

Untuk yang menggunakan variasi tadi, berarti udang harus dikupas terlebih dahulu apalagi nanas wajib dikupas. Nanas harus dipotong dadu-dadu, udang juka terlalu besar bisa dipotong kecil. Telur puyuh juga harus dikupas kulitnya ya? Jangan lupa itu.

Caranya untuk memasukkan variasi di atas, ambil satu potong varian, lalu masukkan dalam bulatan dalam tangan kita. Pastikan bahwa isi tertutup sempurna, kecuali telur puyuh. Mengapa? Jawabnya pasti karena jika varian selain telur terbuka akan mempengaruhi air yang akan kita pakai sebagai kuah bakso.

Membuat Kuah Bakso

Bekas air bakso bisa dimanfaatkan untuk kuah dengan cara memasukkan bumbu-bumbu. Bumbu yang biasa dimasukkan dalam kuah biasanya, selain tulang sapi adalah: merica bubuk, bawang bombay (boleh tidak), bawang putih, garam dan gula. Bumbu-bumbu tersebut sebaikkya dihaluskan kecuali bawang India (ya iyalah) dan digoreng. Sebelum dihidangkan, sebaiknya bakso dimasukkan dalam kuah sampai mengambang agar semakin lezat menyantapnya.

Sebelum menyantapnya, siapkan bihun, mie kuning yang sudah masak. Kalau bihun pakai air dingin sajo agar tidak lengket. Lontong yang sudah dipotong-potong agar makanyya semakin gmudah dan lahap.

Selanjutnya pasti bisa mengerjakan langkah berikutnya, jika bakso kebayakan bisa disimpan di freezer. Bagi yang anak kos, bisa dimasukkan magic cooker atau dikirim ke tetangga agar dapat pahala. Yoi. Bagi ibu-ibu yang mau untuk persipan bekal anak ke sekolah bisa di goreng lagi (jadinya bakso goreng).

SELAMAT MENCOBA BROTHERS AND SISTERS. WISE PARENTS ALWAYS SERVE HEALTHY FOOD FOR THEIR CHILDREN.

Malang, April 3, 2011.

Wibowo, Sunggih. 2010. Membuat 50 Jenis Bakso Sehat & Enak. Depok: Penebar Swadaya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar